Kamis, 13 Desember 2012

PENAMBANGAN PASIR




Dampak pertambangan pasir
Apa yang sebenarnya sedang terjadi di sana? Inilah sebetulnya gambaran nyata dari segelintir mereka yang mengaku warga negara Indonesia yang sedang melakukan penjualan atas tanah airnya demi untuk memperkaya diri pribadi masing-masing. Tidak hanya itu, tanah airnya inipun dijualnya dengan sangat murah! Kenapa demikian? Karena nilai jual dari pasir laut dari mereka oleh pembeli dari Singapura yang kemudian dikenal sebagai tauke ini hanya dihargai sebesar 1,2 sampai 1,5 dolar Singapura per meter kubik, sedangkan para tauke tersebut menjualnya kembali kepada pemerintah Singapura sebesar 6 hingga 8 dolar Singapura per meter kubik.Sungguh suatu ironi yang terjadi di depan mata Di satu sisi para tauke ini menikmati keuntungan yang tinggi, juga para pemasok pasir dari Indonesia menikmati bagiannya. Di sisi lain lingkungan laut beserta isinya hancur-lebur atas biaya para nelayan yang biasanya menangkap ikan di sana. Kegundahan para nelayan ini sudah terlihat mulai dari berdatangannya kapal-kapal keruk tersebut ke daerah dimana mereka biasanya memasang jala dan memancing. Masalah pertama yang dialami oleh para nelayan ini adalah tersangkutnya jala dan pancing mereka oleh kapal-kapal keruk, kemudian disusul dengan semakin menurunnya hasil ikan yang tertangkap. Sudah pasti hal ini terjadi sebab seluruh isi laut disedot tanpa pandang bulu, tidak hanya pasir yang terangkat, tetapi juga telur-telur dan anak-anak ikan serta biota laut lainnya ikut musnah. Mereka hanya mengetahui bahwa kegiatan penambangan pasir laut ini hanya akan menurunkan penghasilan mereka. Walaupun di kemudian hari ada pembagian sedikit hasil dari penambangan pasir laut ini dalam bentuk biaya yang disebut pengembangan masyarakat atau istilah kerennya community development. Tetapi tetap saja bagi mereka hal tersebut bukan merupakan jalan keluar yang terbaik, karena sifatnya yang hanya sporadis dan tidak berkelanjutan, selain distribusi dari dana bantuan yang sering kali seret dan tersendat-sendat.

Dampak negatif lain yang juga ditimbulkan dari kegiatan penambangan pasir laut yang segera terlihat adalah tenggelamnya pulau-pulau kecil yang berada di propinsi yang terdiri dari tiga ribuan pulau ini. Salah satu pulau kecil yang hampir tenggelam diantaranya adalah Pulau Nipah, merupakan pulau kecil yang tidak berpenghuni tetapi sangat penting peranannya. Kenapa demikian, karena pulau ini merupakan tanda dari batas kontinen negara kita dengan Singapura, bayangkan bila pulau ini benar-benar tenggelam atau hilang, yang diuntungkan adalah Singapura, karena kemudian dapat mengklaim bahwa luas wilayah negaranya telah bertambah.






PERIZINAN PENAMBANGAN PASIR

Para pejabat pemerintahan dan aparat hukum yang membiarkan, melindungi, serta mengijinkan pertambangan pasir besi terus berlangsung di pesisir pantai selatan Jawa Barat, merupakan pengkhianat bangsa.
Pasalnya, eksploitasi pasirbesi telah mengganggu kedaulatan bangsa, merampas hak azasi rakyat, memecah belah persatuan warga, serta merusak lingkungan yang semestinya diwariskan ke generasi berikutnya.
Atas hal itu, Forum Penyelamat Jabar Selatan bakal melakukan class action serta perlawanan secara hukum dan politik terhadap semua pihak yang dianggap membiarkan eksploitasi pasirbesi di Jabar selatan.
"Aktifitas tambang pasirbesi telah mengurangi batas teritorial pantai. Di beberapa kawasan, mundurnya batas pantai bisa mencapai 20 kilometer. Itu sama saja menggeroti kedaulatan negara ini. Artinya mereka, para pejabat pemerintah mulai dari desa, kelurahan, kecamatan, kabupatan, provinsi hingga pusat, termasuk aparat penegak hukum yang hare-hare terhadap eksploitasi
tersebut tidak punya jiwa nasionalis. Apa bedanya dengan pengkhianat bangsa," kata Duta Sawala Baresan Olot Tatar Sunda Eka Santosa, dalam sebuah diskusi di Jln. Sulanjana, Kota Bandung, Selasa (12/9) petang.
Forum Penyelamat Jabar merupakan gabungan sejumlah elem
en seperti Baresan Olot Tatar Sunda, DPKLTS, Walhi Jabar, HNSI, Forum DAS Citarum, dan LBH Bandung.
PASCA PENAMBANGAN PAS
pasca penambangan, kondisi alam berubah dan meninggalkan kerusakan dengan pemandangan yang buruk. Bersamaan dengan berubahnya kondisi alam, permukaan tanah yang merupakan lapisan tanah paling subur yang memiliki kandungan humus akan hilang disebabkan penggalian atau pengerukan pasir. Akibatnya tanah diseputaran lokasi penambangan pasir rata-rata merupakan areal perbukitan gundul dan tanah gersang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar